Monday, June 20, 2011

Teori Hubungan Internasional (Part I)


Linkage: fenomena yang diberlakukan sebagai hasil dari kebijakan luar negeri bukan sebagi sumber-sumber. Sebagai konsekuensi sebagai kehidupan didunia yang tidak menyusut sebagai mekanisme untuk menyerap dan mengatasi dengan komplesitas. Ilmu politik sebagai disiplin ilmu intelektual belum mengembangkan konstruksi teori untuk menjelaskan hubungan antara unit menyelediki dan lingkungan mereka. Beberapa contoh konkrit dapat membantu untuk menunjukkan kebutuhan untuk teori lingkungan unit. Dalam periode 6 bulan terakhir misalnya, situasi internasional jelas memberikan konstribusi terhadap kejatuhan dua rezim nasional Bella Ben di Aljazair dan Kwame Nkrumah di Ghana. Contoh lain dari kebutuhan untuk teori hubungan disediakan oleh tidak adanya apapun kecuali alat paling kasar untuk menjelaskan ruam kudeta yang telah terjadi diberbagai negara Afrika. Mungkin alasan yang paling mendasar dalam kurangnya komunikasi antara mereka yang mengkhususkan diri dalam politik banding dan nasional disatu sisi dan mereka yang fokus pada plotik internasional disisi lain.

Meskipun lebih muda untuk melarikan diri dari penjara konseptual daripada memperbaiki antagonisme sejarah, hambatan untuk komunikasi yang tangguh dan insentif untuk menghindari mereka cukup dengan cara:
1.ada alasan baik mengapa penjara telah dibangun
2.ada alasan yang sama kuat untuk tetap terkurung baik dalam batas-batas lapangan
3.meskipun tidak teruji, resistansi ke penjara istirahat timbul dari kemungkinan bahwa atribusi relevansi konseptual untuk variabel dari bidang lain dapat keanggunan model yang ada dan memerlukan revision substansial dalam konsep-konsep sentral mereka
4.mengingat pertimbangan-pertimbangan itu tidak mengherankan bahwa baik penjara nasional dan internasional adalah memang struktur padat

Menggunakan hubungan sebagai unit dasar analisis kita mendefinisikan sebagai urutan berulang dari perilaku yang oroginal dalam satu sistem dan direaksikan dalam yang lain. Membedakan antara awal dan tahap terminal dari sebuah hubungan, kita akan mengacu kepada yang pertama sebagai output dan yang terakhir sebagai input.

Tiga tipe dasar dari proses hubungan diidentifasi sebagai penetrasi, yang aktif dan yang bersifat pertandingan.
1.Sebuah proses penetrasi terjadi ketika anggota dari satu pemerintah berfungsi sebagai peserta dalam proses politik lain. Misi subversif kader, staf organisasi internasional, perwakilan dari perusahan swasta, pekerja tertentu partai politik transnasional.
2.Sebuah proses reaktif adalah sebaliknya dari penetratif, itu diciptakan oleh reaksi batas berulang dan serupa menyebrang bukan oleh pembagian kewenangan
3.Proses yang bersifat pertandingan di dirikan ketika input tidak hanya respon terhadap output tetapi mengambil dasarnya bentuk yang sama sebagai output.

No comments:

Post a Comment