Ideologi
menurut Seymour Martin Lipset dan Daniel Bell yaitu ideologi
merupakan bentuk tertinggi dari frustasi dan aspirasi rakyat akan kebebasan dan
standar hidup layak sebagai suatu tujuan yang tak kunjung diperoleh sepenuhnya.
Ideologi
merupakan
serangkain ide -ide yang koheran mendasari politik yang terorganisasi yang
memberikan dasar - dasar pada kebijakan politik. Ideologi memberikan model
masyarakat yang baik dan menggarisbesarkan bagaimana perubahan politik itu
dapat dilaksanakan.
·
ideologi koheran atau konstan, struktur harus
jelas
·
pervasiveness, ideologi zaman dulu tetapi
masih dipakai (umur panjang). Ideologi umur pendek seperti ajaran Marxisme,
Mrax meninggal dan ideologi belum sempat beredar. Ideologi punah dan sekarang muncul
kembali seperti ideologi komunisme. Ideologi tidak murni tetapi ada penambahan
atau pengurangan
·
ekstensif, semakin banyak pengikutnya,
semakin bertahan dan berkembang ideologinya
·
intensif,
seberapa kuat kita mengikutu ideologi itu
·
ideologi berguna untuk legistimasi atau
pengesahan
·
untuk solidaritas dan mobilitas (menggerakkan
massa)
·
untuk mengekspresikan keinginan, harapan
individual yang sesuai dengan ideologi
·
sebagai komunikasi
Fundamentalisme
termasuk nilai - nilai liberal, kebebasan individu. Suatu jenis agama politik,
kembali kepada kitab - kitab/hadits. Fundamentalisme muncul dilingkungan
masyarakat yang mengalami krisis identitas. Gerakan politik yang menggunakan
agama. Kebenaran essensial kebenaran yang tidak bisa ditentang. Sekulerisme yaitu mengganti hal - hal
spiritual dengan material.
Faktor
yang memicu fundamentalis
1) sekularisasi,
penyebaran nilai- nilai rasional duniawi ditengan-tengah agama yang sakral
2) post
kolonialisme, menawarkan nilai - nilai asli dalam masyarakat tidak mendasar
pada nilai-nilai eropa
3) kegagalan
evolusi sosial, kegagalan revolusidi kehidupan sosial
4) globalisasi,
prosen untuk menjadi global
Pasar
bebas (kapital-liberal) yang telah dimodfikasi ditambah dengan
campuran ekonomi campuran (mixed economy), manajemen ekonomi Keynesian dan
kebijakan walfare state berhasil digunakan oleh orang - orang Barat dalam
menghapuskan kemiskinan dan menjamin kebebasan, kemakmuran dan kesempatan bagi
semua orang. Akibatnya muncul konsensus tentang kerangkan kebijakan yang lebih
luas dari sekedar kepentingan dan ideologi. Hal ini berarti mereduksi politik
sekedar sebagai sebuah proses untuk mencari cara terbaik menerapkan kebijakan.
Bahwa era ideologi – ideologi akan berakhir dan
kapitalisme liberal pragmatis akan menang. Dalam bukunya, The End of Ideology (1960) Bell merayakan
kemenanga npragmatisme liberal secara sosial. Menurutnya, perkembangan ini
diiringi dengan runtuhnnya ideologi – ideologi ekstermis yang bersandar pada
ciri – ciri seperti kebenaran a priori dan penalaran monis.
Bagaimana
ideologi jatuh bangun:
1) terdapat
keyakinan bahwa penyebarab kesejahteraan telah meruntuhkan konflik sosial yang
mendasari permis ideologi – ideologi radikal. Yaitu bahwa ideologi – ideologi
tidak inheran dalam semua masyarakat sebagai alat pengikat atau pendorong
perubahan sosial tetapi muncul sebagai alat pengikat atau pendorong perubahan
sosial tetapi muncul saat terjadi ketegangan atau krisis.
2) terdapat
keyakinan bahwa ideologi – ideologi seperti komunisme dan fasisme merupakan
semacam agama sekuler yang membutuhkan keimanan dan kemudian cara berpikir
irasional.
.
Di Dunia Ketiga pada umumnya terdapat sejumlah tanda
tumbuhnya radikalisme dan sentimen anti Barat.
Tiga
faktor kunci untuk menentukan dan mengantarkan pada kemenangan demokrasi
liberal menurut Fukuyama:
1) perjuangan
untuk meraih apa yang disebut pengakuan,
pada dasarnya manusia bersifat rasional, memperbesar laba, dan bukan
makhluk yang diubah oleh gagasan – gagasan besar seperti kebebasan atau
demokrasi. Bahwa pembangunan ekonomi membantu mewujudkan dan mempertahankan
demokrasi, namun melihat bahwa kemenangan liberalisme berkaitan denhan ideologi
bukan ekonomi.
2) logika
penguasaan atas alam dengan ilmu pengetahuan, tentang pennguasaan alam dengan
pengetahuan merupakan organisasi produksi efisien dan teknokratis yang
dihasilkan oleh kapitalisme.
3) tidak
adanya kontradiksi yang besar dalam demokrasi liberal, bahwa negeri – negeri
yang menjalankan kapitalis memberikan kebahagiaan kepada masyarakat.
Keberatan
pada analisis endism Fukuyama, yaitu:
·
ia memiliki pandangan yang kabur tentang
ketegangan sosial dan ketidakadilan dalam masyarakat kapitalisme liberal
kontemporer dan mereduksi bahaya ekologis kerena pertumbuhan kapitalis yamg
semakin cepat
·
ia memiliki cara pandang satu sisi atas
pembangunan di Dunia Ketiga dan hubungan internasional. Ia lalai bahwa beberapa
negara dunia ketiga relatif lebih miskin dan kapitalisme internasional bukanlah
sebuah permainan dimana setiap pemain adalah pemenang.
·
ia meremehkan proliferasi nuklir di dunia
non-Barat seperti India dan Pakistan yang secara provokatif menguji cobas
senjata semacam itu pada tahun 1998
·
ia tidak serius mempertimbangkan Islam ,
agama yang pertumbuhannya paling cepat dan kalangan fundamentalisnya yang
militan..
Argumen
Fukuyama dan pemikir endism lain menyatakan bahwa akhir abad
ke-19 menyaksikan gelombang besar kejayaan liberal memproklamasikan kemenangan
demokrasi dan kapitalisme. Kekuatan - kekuatan dari sayap kiri cenderung
menyalahkan liberalisme secara moral dan gagal karena serangkaian persoalan dan
tekanan. Demokrasi liberal dengan klaim - klaimnya tentang kesetaraan dihadapan
hukum dan persamaan hak dipandang sebagai kedok yang menyembunyikan kepentingan
kelas kaya dan kelas menengah yang sedang berkembang (kaum borjuis). Fakta
kebebasan kapitalis menurut sosialis adalah ketidakadilan penghasilan dan
kekayaan.
Kalangan
fundamentalis Islam menunjukkan kekosongan spiritual pada sebuah
dunia yang dikuasai oleh kellas kaya dan demokrasi sangat konsisten dengan
menampik mereka yang paling miskin dan lemah dalam masyarakat. Argumen ekologi
politik bisa ditafsirkan sebagai pernyataan bahwa kemenangan kapitalisme
mungkin saja mengakhiri kerusakan dunia.
Hegel
percaya
bahwa sejarah mencapai puncaknyaa dalam sebuah momen yang absolut yaitu sebuah
momen yang memenangkan bentuk final masyarakat dan negara yang rasional.
Seymour
Martin Lipset berpendapat bahwa perubahan dalam kehidupan
politik yang terjadi di Barat mencerminkan fakta telah terselesaikannya masalah
politik fundamental warisan revolusi indistri.
Tesis berakhirnya ideologi
versi modern menyatakan bahwa semua ideologi telah berakhir dan sebagai
gantinya yaitu sebuah ideologi yang benar secara absolut dan permanen akan
memenangkan konflik ide.
Karl
Popper (politikus Austria) berupaya menghubungkan metode ilmiah
dengan falsifikasi, yaitu keyakinan yeng
bersiftat rasional atau ilmiah jika sudah jelas apa yang perlu difalsifikasi.
Francis
Fukuyama (staf di Departemen Luar Negeri AS), menegaskan bahwa ada pola dasar dalam evolusi sejarah, bahwa
ada keadaan akhir di mana masyarakay menyesuaikan dengan pola dasar kecenderungan
manusia yang mencari pengakuan dan kebebasan yang hanya ditemukan dalam masyarakat kapitalis
demokrasi liberal.
Hipotesis Huntington
yaitu bahwa sumber fundamental dari konflik di dunia baru ini terutama tidak
akan bersifat ideologis atau ekonomi. Pembagian antarmanusia dan sumber konflik
akan bersifat kultural. Namun Huntington gagal memahami vitalitas yang terus
berlanjut dalam tradisi – tradisi ideologi nasionalisme dan fundamentalisme.
Analisisnya menunjukkan bahaya meluasnya ramalan kemenangan liberalisme dan kapitalisme
berskala dunia dan khususnya menyoroti kelemahan determunisme ekonomi yang
masih mendominasi pemikiran akademis tentang masa depan.
Sorel
yakin
bahwa kekerasan diperlukan untuk menggulingkan negara (kapitalis).
Bernstein
berpendapat
bahwa mungkin saja mencapai perubahan melalui proses legislatif.
Otoritas
adalah
inti dalam kritik sayap-kanan terhadap liberalisme namun ketakutannyaqadalah
liberalisme telah meruntuhkan otoritas yang di[erlukan untuk stabilitas sosial.
De
Maistre (kritikus sayap-kanan) berpendapat bahwa manusia
memiliki kewajiban hak, bahwa sebagian besar massa adalah orang bodoh yang
mudah dipengaruhi dan bahwa stabilitas sosial pada akhirnya disandarkan pada
nilai - nilai konsensual.
Sorelian
berpendapa bahwa massa dipengaruhi oleh mitos kolektif bukan dipimpin oleh
rasonalitas individual.
Teori
konvergensi yaitu bahwa sistem komunis akan mengadopsi
prinsip - prinsip berorientasi pasar dan memberikan perhatian yang lebih besar
pada kebebasan, sementara sistem Barat akan semakin berorientasi negara dan
kesejahteraan
Fukuyama
percaya bahwa demokrasi liberal pasar bebas adalah satu- satunya sistem
masyarakat yang dapat memberi umat manusia kepuasaan dan pemerintahan yang
maksimum.
Keberhasian
ekonomi yang besar dinegara- negara seperti Korea Selatan,
Singapura dan Taiwan bukanlah hasil dari demokrasi liberal tetapi kombinasi
pasar bebas dan berbagi tingkat kekuasaan yang otoritarian.
Proyek
Modernis adalah kepercayaan bahwa akal manusia dapat menguasai
realitas dan dengan pengetahuan itu dapat meniptakan dunia yang lebih rasional.
Posmodernisme
adalah
sebuah analisis yang menggelisahkan dan membingungkan meskipun paham ini rentan untuk menjadi
argumen lama yang mengusung relativisme.