Saturday, January 14, 2012

Akhir dari Ideologi


Ideologi menurut Seymour Martin Lipset dan Daniel Bell yaitu ideologi merupakan bentuk tertinggi dari frustasi dan aspirasi rakyat akan kebebasan dan standar hidup layak sebagai suatu tujuan yang tak kunjung diperoleh sepenuhnya.

Ideologi merupakan serangkain ide -ide yang koheran mendasari politik yang terorganisasi yang memberikan dasar - dasar pada kebijakan politik. Ideologi memberikan model masyarakat yang baik dan menggarisbesarkan bagaimana perubahan politik itu dapat dilaksanakan.
·         ideologi koheran atau konstan, struktur harus jelas
·         pervasiveness, ideologi zaman dulu tetapi masih dipakai (umur panjang). Ideologi umur pendek seperti ajaran Marxisme, Mrax meninggal dan ideologi belum sempat beredar. Ideologi punah dan sekarang muncul kembali seperti ideologi komunisme. Ideologi tidak murni tetapi ada penambahan atau pengurangan
·         ekstensif, semakin banyak pengikutnya, semakin bertahan dan berkembang ideologinya
·         intensif,  seberapa kuat kita mengikutu ideologi itu
·         ideologi berguna untuk legistimasi atau pengesahan
·         untuk solidaritas dan mobilitas (menggerakkan massa)
·         untuk mengekspresikan keinginan, harapan individual yang sesuai dengan ideologi
·         sebagai komunikasi

Fundamentalisme termasuk nilai - nilai liberal, kebebasan individu. Suatu jenis agama politik, kembali kepada kitab - kitab/hadits. Fundamentalisme muncul dilingkungan masyarakat yang mengalami krisis identitas. Gerakan politik yang menggunakan agama. Kebenaran essensial kebenaran yang tidak bisa ditentang. Sekulerisme yaitu mengganti hal - hal spiritual dengan material.

Faktor yang memicu fundamentalis
1)    sekularisasi, penyebaran nilai- nilai rasional duniawi ditengan-tengah agama yang sakral
2)    post kolonialisme, menawarkan nilai - nilai asli dalam masyarakat tidak mendasar pada nilai-nilai eropa
3)    kegagalan evolusi sosial, kegagalan revolusidi kehidupan sosial
4)    globalisasi, prosen untuk menjadi global

Pasar bebas (kapital-liberal) yang telah dimodfikasi ditambah dengan campuran ekonomi campuran (mixed economy), manajemen ekonomi Keynesian dan kebijakan walfare state berhasil digunakan oleh orang - orang Barat dalam menghapuskan kemiskinan dan menjamin kebebasan, kemakmuran dan kesempatan bagi semua orang. Akibatnya muncul konsensus tentang kerangkan kebijakan yang lebih luas dari sekedar kepentingan dan ideologi. Hal ini berarti mereduksi politik sekedar sebagai sebuah proses untuk mencari cara terbaik menerapkan kebijakan.

Bahwa era ideologi – ideologi akan berakhir dan kapitalisme liberal pragmatis akan menang. Dalam bukunya, The End of Ideology (1960) Bell merayakan kemenanga npragmatisme liberal secara sosial. Menurutnya, perkembangan ini diiringi dengan runtuhnnya ideologi – ideologi ekstermis yang bersandar pada ciri – ciri seperti kebenaran a priori dan penalaran monis.

Bagaimana ideologi jatuh bangun:
1)    terdapat keyakinan bahwa penyebarab kesejahteraan telah meruntuhkan konflik sosial yang mendasari permis ideologi – ideologi radikal. Yaitu bahwa ideologi – ideologi tidak inheran dalam semua masyarakat sebagai alat pengikat atau pendorong perubahan sosial tetapi muncul sebagai alat pengikat atau pendorong perubahan sosial tetapi muncul saat terjadi ketegangan atau krisis.
2)    terdapat keyakinan bahwa ideologi – ideologi seperti komunisme dan fasisme merupakan semacam agama sekuler yang membutuhkan keimanan dan kemudian cara berpikir irasional.
.
Di Dunia Ketiga pada umumnya terdapat sejumlah tanda tumbuhnya radikalisme dan sentimen anti Barat.

Tiga faktor kunci untuk menentukan dan mengantarkan pada kemenangan demokrasi liberal menurut Fukuyama:
1)    perjuangan untuk meraih apa yang disebut pengakuan,  pada dasarnya manusia bersifat rasional, memperbesar laba, dan bukan makhluk yang diubah oleh gagasan – gagasan besar seperti kebebasan atau demokrasi. Bahwa pembangunan ekonomi membantu mewujudkan dan mempertahankan demokrasi, namun melihat bahwa kemenangan liberalisme berkaitan denhan ideologi bukan ekonomi.
2)    logika penguasaan atas alam dengan ilmu pengetahuan, tentang pennguasaan alam dengan pengetahuan merupakan organisasi produksi efisien dan teknokratis yang dihasilkan oleh kapitalisme.
3)    tidak adanya kontradiksi yang besar dalam demokrasi liberal, bahwa negeri – negeri yang menjalankan kapitalis memberikan kebahagiaan kepada masyarakat.

Keberatan pada analisis endism Fukuyama, yaitu:
·         ia memiliki pandangan yang kabur tentang ketegangan sosial dan ketidakadilan dalam masyarakat kapitalisme liberal kontemporer dan mereduksi bahaya ekologis kerena pertumbuhan kapitalis yamg semakin cepat
·         ia memiliki cara pandang satu sisi atas pembangunan di Dunia Ketiga dan hubungan internasional. Ia lalai bahwa beberapa negara dunia ketiga relatif lebih miskin dan kapitalisme internasional bukanlah sebuah permainan dimana setiap pemain adalah pemenang.
·         ia meremehkan proliferasi nuklir di dunia non-Barat seperti India dan Pakistan yang secara provokatif menguji cobas senjata semacam itu pada tahun 1998
·         ia tidak serius mempertimbangkan Islam , agama yang pertumbuhannya paling cepat dan kalangan fundamentalisnya yang militan..

Argumen Fukuyama dan pemikir endism lain menyatakan bahwa akhir abad ke-19 menyaksikan gelombang besar kejayaan liberal memproklamasikan kemenangan demokrasi dan kapitalisme. Kekuatan - kekuatan dari sayap kiri cenderung menyalahkan liberalisme secara moral dan gagal karena serangkaian persoalan dan tekanan. Demokrasi liberal dengan klaim - klaimnya tentang kesetaraan dihadapan hukum dan persamaan hak dipandang sebagai kedok yang menyembunyikan kepentingan kelas kaya dan kelas menengah yang sedang berkembang (kaum borjuis). Fakta kebebasan kapitalis menurut sosialis adalah ketidakadilan penghasilan dan kekayaan.

Kalangan fundamentalis Islam menunjukkan kekosongan spiritual pada sebuah dunia yang dikuasai oleh kellas kaya dan demokrasi sangat konsisten dengan menampik mereka yang paling miskin dan lemah dalam masyarakat. Argumen ekologi politik bisa ditafsirkan sebagai pernyataan bahwa kemenangan kapitalisme mungkin saja mengakhiri kerusakan dunia.
Hegel percaya bahwa sejarah mencapai puncaknyaa dalam sebuah momen yang absolut yaitu sebuah momen yang memenangkan bentuk final masyarakat dan negara yang rasional.
Seymour Martin Lipset berpendapat bahwa perubahan dalam kehidupan politik yang terjadi di Barat mencerminkan fakta telah terselesaikannya masalah politik fundamental warisan revolusi indistri.

Tesis berakhirnya ideologi versi modern menyatakan bahwa semua ideologi telah berakhir dan sebagai gantinya yaitu sebuah ideologi yang benar secara absolut dan permanen akan memenangkan konflik ide.

Karl Popper (politikus Austria) berupaya menghubungkan metode ilmiah dengan falsifikasi, yaitu keyakinan  yeng bersiftat rasional atau ilmiah jika sudah jelas apa yang perlu difalsifikasi.

Francis Fukuyama (staf di Departemen Luar Negeri  AS), menegaskan bahwa  ada pola dasar dalam evolusi sejarah, bahwa ada keadaan akhir di mana masyarakay menyesuaikan dengan pola dasar kecenderungan manusia yang mencari pengakuan dan kebebasan yang hanya  ditemukan dalam masyarakat kapitalis demokrasi liberal.

Hipotesis Huntington yaitu bahwa sumber fundamental dari konflik di dunia baru ini terutama tidak akan bersifat ideologis atau ekonomi. Pembagian antarmanusia dan sumber konflik akan bersifat kultural. Namun Huntington gagal memahami vitalitas yang terus berlanjut dalam tradisi – tradisi ideologi nasionalisme dan fundamentalisme. Analisisnya menunjukkan bahaya meluasnya ramalan kemenangan liberalisme dan kapitalisme berskala dunia dan khususnya menyoroti kelemahan determunisme ekonomi yang masih mendominasi pemikiran akademis tentang masa depan.

Sorel yakin bahwa kekerasan diperlukan untuk menggulingkan negara (kapitalis).

Bernstein berpendapat bahwa mungkin saja mencapai perubahan melalui proses legislatif.

Otoritas adalah inti dalam kritik sayap-kanan terhadap liberalisme namun ketakutannyaqadalah liberalisme telah meruntuhkan otoritas yang di[erlukan untuk stabilitas sosial.

De Maistre (kritikus sayap-kanan) berpendapat bahwa manusia memiliki kewajiban hak, bahwa sebagian besar massa adalah orang bodoh yang mudah dipengaruhi dan bahwa stabilitas sosial pada akhirnya disandarkan pada nilai - nilai  konsensual.

Sorelian berpendapa bahwa massa dipengaruhi oleh mitos kolektif bukan dipimpin oleh rasonalitas individual.

Teori konvergensi yaitu bahwa sistem komunis akan mengadopsi prinsip - prinsip berorientasi pasar dan memberikan perhatian yang lebih besar pada kebebasan, sementara sistem Barat akan semakin berorientasi negara dan kesejahteraan

Fukuyama percaya bahwa demokrasi liberal pasar bebas adalah satu- satunya sistem masyarakat yang dapat memberi umat manusia kepuasaan dan pemerintahan yang maksimum.

Keberhasian ekonomi yang besar dinegara- negara seperti Korea Selatan, Singapura dan Taiwan bukanlah hasil dari demokrasi liberal tetapi kombinasi pasar bebas dan berbagi tingkat kekuasaan yang otoritarian.

Proyek Modernis adalah kepercayaan bahwa akal manusia dapat menguasai realitas dan dengan pengetahuan itu dapat meniptakan dunia yang lebih rasional.

Posmodernisme adalah sebuah analisis yang menggelisahkan dan membingungkan  meskipun paham ini rentan untuk menjadi argumen lama yang mengusung relativisme.