Saturday, January 14, 2012

Politik Luar Negeri Indonesia


Era perjuangan kemerdekaan:

Pplotik luar negeri Indonesia ditujukan untuk mendapat dukungan dunia terhadap kebenaran perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan baik dalam forum PBB maupun diluar lembaga Internasional tersebut, baik berhadapan langsung dgn belanda maupun dlm mencari dukungan dari negara2 lain.

Era demokrasi liberal:
Politik luar negeri dipengaruhi oleh pembebadan Irian Barat yg masih diduduki oleh belnda, mula2 diusahakan penyeselsaian persolan inu dgn perundingan2 langsung dgn belanda yg kemudian disusul dhn membawa pertikaian ini ke PBB. PLN dimasa ini bertujuan untuk pengabdian kepada pembangunan tetapi karena banyak fikiranm tenaga dan dana dikerahkan untuk menyelesaikan persoalan Irian Barat tidak banyak hasilnya.

Era demokrasi terpimpin:
politik luar negeri Indonesia merupakan suatu simbol poros progresif yaitu kerangka pemikiran khusus dr segi sejarah dan kemauan subyektif manusia Indonesia dgn memanfaatkan berbagai slogan dan simbolisme campuran dr berbagai tokoh dlm dan luat negeri. PLN bebas aktif diarahkan pd sikap konfrontatif. Slogan ganyang malaysia lebih banyak bergema dlm improvisasi diplomatik drpd terlaksana scra murni dan konsisten.

Hubungan Indonesia dengan Timur Tengah:
Hubungan Indonesia dan Timur Tengah, khususnya negara-negara teluk tidak buruk, tetapi juga tidak hangat dan mesra. Ada yang menilai diplomasi kita kurang mampu menarik minat investor dari Timur Tengah, atau pandangan bahwa Timur Tengah bukanlah lingkaran konsentrasi diplomasi Indonesia. Politik Luar Negeri RI lebih terfokus pada lingkar Asia Tenggara dan Asia Pasifik, dan relatif kurang mencitrakan diri sebagai negara Islam.Dalam sejarah diplomasi, Indonesia lebih dekat dengan Mesir dan Irak daripada Arab Saudi. Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

4 alasan mengapa wilayah Timur Tengah begitu penting untuk Indonesia:
1.    Timur Tengah merupakan wilayah tempat turunnya agama-agama samawi.
2.    Timur Tengah adalah wilayah kaya minyak sehingga secara ekonomis lebih kuat dan kaya dari Indonesia.
3.    Orang-orang kaya di Timur Tengah perlu tenaga kerja nonformal terutama pembantu rumah tangga dari Indonesia
4.    Timur Tengah menarik perhatian karena merupakan wilayah konflik Palestina-Israel.

Dengan empat faktor di atas, sepertinya Indonesia perlu terus meningkatkan kerjasama dengan negara-negara dikawasan ini, tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga bidang ekonomi, sosial dan budaya

Hubungan Indonesia dengan PBB:
Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada tanggal 28 September 1950 dengan suara bulat dari para negara anggota. Hal tersebut terjadi kurang dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar. Indonesia dan PBB memiliki keterikatan sejarah yang kuat mengingat kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945, tahun yang sama ketika PBB didirikan dan sejak tahun itu pula PBB secara konsisten mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri. Oleh sebab itu, banyak negara yang mendaulat Indonesia sebagai “truly a child” dari PBB. Hal ini dikarenakan peran PBB terhadap Indonesia pada masa revolusi fisik cukup besar seperti ketika terjadi Agresi Militer Belanda I, Indonesia dan Australia mengusulkan agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang umum PBB. Selanjutnya, PBB membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Renville. Ketika terjadi Agresi militer Belanda II, PBB membentuk UNCI yang mempertemukan Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem Royen.
Sebagai negara anggota PBB, Indonesia dalam menyelesaikan sengketa Irian Jaya dengan Belanda mengupayakan solusi dengan mengajukan penyelesaian permasalahan tersebut kepada PBB pada tahun 1954. Posisi Indonesia ini didukung oleh Konferensi Asia Afrika pada bulan April 1955 yang mengeluarkan sebuah resolusi untuk mendukung Indonesia dan kemudian meminta PBB untuk menjembatani kedua pihak yang berkonflik dalam meraih solusi damai. Namun demikian, hingga tahun 1961 tidak ada indikasi solusi damai meskipun dalam faktanya isu tersebut dibahas dalam rapat pleno Majelis Umum PBB dan di Komite I.
Pada Sidang Majelis Umum PBB ke-17 tahun 1962, penyelesaian sengketa tersebut akhirnya menemukan titik terang dengan dikeluarkannya Resolusi No. 1752 yang mengadopsi ”The New York Agreement” pada 21 September 1962. Selanjutnya, United Nations Executive Authority (UNTEA) sebagai badan yang diberi mandat oleh PBB untuk melakukan transfer kekuasaan Irian Jaya dari Belanda kepada Indonesia menjalankan tugasnya secara efektif mulai 1 Oktober 1962 dan berakhir pada 1 Mei 1963.
           
Menanggapi keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Setelah pergantian kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, Pemerintah Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia “bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB”, dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima untuk pertama kalinya.

Hubungan Indonesia dengan ASEAN:
Masa Orde baru di Indonesia yang dipimpin oleh Presiden RI ke-2 Soeharto, memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap hubungan luar negeri Indonesia saat itu. Ketika kita memahami Hubungan Indonesia dengan wilayah negara-negara di Asia Tenggara pada masa orde baru, suatu bentukan organisasi yang dianggap mampu mendapat respon yang cukup baik bagi politik luar negeri RI dan sebagai rekonstruksi pembangunan di sektor ekonomi Indonesia, yang kemudian dikenal dengan ASEAN atau Association of South-East Asian Nations. Dimana wadah organisasi ini dipelopori oleh 5 negara pendiri yakni: Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.


Hubungan Indonesia dengan Asia Timur:
·         Ekonomi
Sudah sangat jelas bahwa aspek ekonomi merupakan aspek yang sangat signifikas dalam hubungan Indonesia dengan negara- negara lain, tak terkecuali dengan negara- negar Asia Timur yaitu China dan jepang. dari China, Indonesia dapat mengimport hasil- hasil industri ringan, tidak hanya mengimport tapi Indonesia juga mengekspor bahan- bahan mentah ke China. Sedangkan dari jepang, Indonesia  melirik kemampuan teknologi jepang yang  sangat potensial untuk mengolah sumber- sumber ekonomi di Indonesia.
Perdagangan antara Indonesia dan jepang merupakan contoh dimana dua ekonomi nasional dapat saling mendukung dan melengkapi. Indonesia merupakan sumber bahan mentah untuk industri jepang, sementara produk- produk Jepang dapat dipasarkan di Indonesia.
·         Stabilitas Keamanan
Letak Indonesia yang sangat strategis serta sebagai negara kepulauan terbanyak bisa mengancam integritas nasional. Dalam aspek stabilitas keamanan, hubungan diplomatik Indonesia dan China tidak hanya untuk kepentingan domestik, tapi juga untuk kepentingan regional terkait dengan letak Indonesia dan China yang sama- sama berada di kawasan Asia pasifik. Arti china juga nampak dalam peranannya dalam membantu menyelesaikan kasus Kamboja. Peranan China merupakan faktor kunci yang sangat mempengaruhi proses penyelesaian damai konflik Kamboja. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, faktor bantuan militer China kepada Khmer Merah, dukungan Vietnam kepada rezim Hun Sen, dan konflik RRc dengan Vietna seringkali mempersulit upaya kompromi diantara faksi- faksi yang bertikai.
·         Politik
Aspek politik fokusnya memang tidak sebesar aspek ekonomi dan stabilitas keamanan kawasan domestik maupun regional. Hubungan Indonesia dengan China memang sebagian besar terfokus pada aspek ekonomi, dalam aspek politik, indonesia masih mengkhawatirkan paham komunisme yang bisa mengancam eksistensi pemerintah Indonesia serta integritas nasionalnya. Lain halnya dengan Jepang, aspek politik mempunyai porsi yang lebih besar daripada porsi yang diperoleh dari China. 
Hubungan diplomatik dalam kerangka politik Indonesia- Jepang lebih banyak dilakukan dalam dalam lingkup ASEAN. Selain itu hubungan dalam bidang itu dikaitkan dengan usaha Indonesia untuk mengembangkan adaptasi independen terhadap tantangan- tantangan yang sama yang muncul dalam lingkungan mereka