Friday, April 13, 2012

PEMERINTAHAN DI TIMUR TENGAH (MESIR)




MESIR
Ø  Bentuk Pemerintahan              : Republik
Ø  Kepala Pemerintahan              :
1)      Ketua Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata Mesir: Mohamed Hussein Tantawi
2)      Perdana Menteri: Essam Sharaf
3)      Ketua Dewan Konstitusi: Farouk Sultan
Ø  Uraian                                     :
Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.Mayoritas penduduk negara Mesir adalah Islam
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.
Mesir berbentuk republik sejak 18 Juni 1953, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Mohamed Hosni Mubarak telah menjabat sebagai Presiden Mesir selama lima periode, sejak 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammed Anwar el-Sadat. Selain itu, ia juga pemimpin Partai Demokrat Nasional. Perdana Menteri Mesir, Dr. Ahmed Nazif dilantik pada 9 Juli 2004 untuk menggantikan Dr. Atef Ebeid.
Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri namun dalam prakteknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.
Pada akhir Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti Ayman Nour, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali menang dalam pemilu.
Pada akhir Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden yang sekarang Berkuasa Hosni Mubarak untuk meletakan jabatannya. Hingga 18 hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur, akhirnya pada tanggal 11 Februari 2011 Hosni Mubarak resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri Hosni Mubarak ini disambut baik oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.
Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai dengan hukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk masalah agama.
90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 78% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan Protestan Koptik).

Ø  Fakta Situasi Terkini               :
1)      Majelis rendah di parlemen Mesir dengan suara bulat telah menyetujui sebuah teks deklarasi bersama yang menyatakan bahwa Israel adalah musuh nomor satu di Mesir. Dalam deklarasi bersama parlemen Mesir tersebut telah menyerukan pengusiran Duta Besar (Dubes) Israel dan menghentikan total ekspor minyak ke Israel. Tujuh puluh tiga persen dari responden mengatakan mereka menentang ekspor minyak ke Israel. Hanya sembilan persen mengatakan mereka menyetujui Mesir memasok minyak mereka ke Israel, dan 12 persen tidak memiliki pendapat/abstein.
2)      Al-Ikhwan Al-Muslimun, kelompok Islam yang menguasai parlemen Mesir setelah runtuhnya Husni Mubarak, diprediksi bakal maju dalam pemilihan kursi presiden, Juni mendatang. Sikap itu diambil menyusul kekecewaan Al-Ikhwan terhadap deretan nama bakal calon presiden yang mereka anggap tidak memenuhi syarat. Partai-partai beraliran Islam sebagian besar memenangi pemilihan parlemen pertama Mesir setelah jatuhnya Presiden Husni Mubarak. Komisi Pemilihan Umum Mesir, Sabtu (21/1), mengatakan, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), yang merupakan partai politik milik Ikhwanul Muslimin, meraih 47,18% suara. Dengan perolehan itu, FJP akan menguasai 235 kursi di Majelis Rakyat. Tempat kedua diduduki oleh kubu konservatif, Partai Salafist al Nur dengan 121 kursi atau 25% suara. Sementara partai beraliran liberal, Partai Wafd, meraih 36 kursi dan partai sekuler, Koalisi Mesir, memiliki 33 kursi. Dengan hasil tersebut maka partai-partai Islam menguasai sekitar dua per tiga parlemen. Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi yang dilarang di bawah pemerintahan Presiden Husni Mubarak. Kemenangan mutlak ini membuat FJP sudah memutuskan seorang politisi seniornya, Saad al-Katatni, untuk ditunjuk sebagai ketua Majelis Rakyat.
3)      Normalisasi hubungan Iran dan Mesir setelah 3 dekade  Iran dan Mesir tidak menjalin hubungan diplomatik, bahkan terkesan adanya permusuhan di antara keduanya. Kubu penentang normalisasi hubungan Iran dan Mesir terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) yang terus berusaha mengganjal terjalinnya hubungan ini. Kelompok kedua adalah rezim-rezim Arab non demokratik di bawah komando Arab Saudi. Para penguasa di negara-negara ini merasa posisi mereka di kawasan terancam dengan terjalinnya hubungan Mesir dengan Iran. Tentunya kedua kelompok itu berada di satu kubu yaitu kubu yang menentang hubungan baik Kairo dan Tehran.

Sumber                        :